Siap Hadapi Bonus Demografi dan Revolusi Industri 4.0, Bersama Prof. DR. Dr. Fasli Jalal, S.P.Gk

Jambi (dm)- Berbagi wawasan dan pengetahuan dalam menghadapi bonus demografi serta Revolusi Industri 4.0 oleh beliau Prof. DR. Dr. Fasli Jalal, S.P.Gk (Sabtu, 12 Oktober 2019). Aula Masjid Diniyyah Al-Azhar dipenuhi mahasiswa-mahasiswi STITAD dan STIT Diniyyah Jambi yang siap menerima suntikan ilmu-ilmu baru.

Lantas, apa itu bonus demografi? Sudah siapkah kita menghadapinya?

Bonus demografi merupakan kondisi di mana jumlah penduduk usia produktif (15-64 tahun) lebih besar dibandingkan usia nonproduktif (0-14 dan 65 tahun ke atas). Indonesia diproyeksikan akan menikmati puncak bonus demografi pada tahun 2020-2035. Dalam Kuliah Umum tersebut beliau Prof. DR. Dr. Fasli Jalal, S.P.Gk menjelaskan bahwa “Dimana rasio angkatan kerja atau usia produktif lebih besar daripada generasi yang menggantungkan diri”

“Bonus demografis hanya terjadi sekali dalam sejarah setiap bangsa” ungkap beliau. Jika peluang yang ada tersebut tidak dimanfaatkan dengan baik, maka masa itu sulit bahkan tidak akan terulang lagi di masa-masa berikutnya. Untuk itu perguruan tinggi dituntut mempersiapkan mahasiswanya menghadapi pekerjaan yang belum ada (future jobs) atau mengembangkan, membuat berbagai inovasi dari bidang yang sudah ada sebelumnya.

Apabila tidak dipersiapkan dari sekarang, maka jumlah penduduk produktif yang melonjak tersebut akan menjadi beban negara dalam  perkembangan teknologi yang semakin canggih. Harapannya, selain kuantitas dalam jumlah penduduk usia produktif, peningkatannya juga harus dibarengi dengan produktivitas yang sebanding.

Kegiatan dihadiri oleh Ketua Yayasan Umi Dra. Hj. Rosmaini, MS.M.Pd.I, Pembina Yayasan Ponpes Diniyyah Muaro Bungo Jambi Buya Dr. H. Maksum Malim, Lc, M.Pd.I, Direktur Pendidikan  Yayasan Ponpes Diniyyah Muaro Bungo Jambi Ust. H. M. Hafizh El Yusufi, S.Pd.I, MM, Wakil Koordinator Kopertais Wilayah XIII Jambi Bpk. Drs. Ali Usman Nasution, M.Pd, Ketua Aptisi yang diwakili oleh Ibu Irmanely, SE.ME dan seluruh dosen pengajar.