Keunggulan Kelas Internasional

Perguruan Diniyyah Al Azhar Jambi adalah salah satu sekolah Islam di Kota Jambi yang menggunakan kurikulum Internasional yang mengacu pada Kurikulum Nasional (K13) dan Kurikulum PPK (Pembelajaran, Pembinaan dan Keagamaan). Didalam penerapan kurikulum internasional dapat dilihat dari cara guru menyajikan materi kepada peserta didik yang mana mereka menggunakan berbagai macam metode agar peserta didik lebih tertarik pada pembelajaran. Dengan penerapan strategi tersebut akan membuat siswa tidak jenuh dan bosan untuk belajar karena mereka merasa selalu menemukan hal-hal yang baru sehingga anak-anak memiliki ketertarikan yang tinggi terhadap ilmu pengetahuan.

Disamping metode yang bervariatif guru juga menggunakan pendekatan dalam pembelajaran diantaranya adalah pendekatan kontekstual atau Contextual Teaching and Learning (CTL) yang merupakan konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapan dalam kehidupan sehari-hari.

Adapun keunggulan dari kelas internasional di Perguruan Diniyyah Al Azhar Jambi diantaranya:

  1. Kurikulum PPK (Pembelajaran, Pembinaan dan Keagamaan)

Perguruan Diniyyah Al Azhar Jambi menggunakan kurikulum terpadu yaitu dengan memadukan kurikulum pendidikan nasional dan kurikulum pendidikan agama serta kurikulum khusus yang dimiliki oleh Diniyyah Al-Azhar yaitu kurikulum PPK (Pembelajaran, Pembinaan dan Keagamaan). Dimana dalam proses pembelajarannya kurikulum kelas internasional menuntut anak lebih kreatif yang menitikberatkan pada proses bukan hanya hasilnya saja. Didalam pelaksanaan kurikulum PPK ada 16 standar yang harus diterapkan yaitu:

  • Khusus siswa SD minimal usia 7 tahun ketika masuk awal pendidikan tingkat dasar.
  • Sistem penilaian tidak selamanya dengan memberikan soal kepada siswa untuk mendapatkan nilai akan tetapi ada beberapa bidang studi yang nilainya diperoleh dari program pembinaan.
  • Tidak ada ranking dalam menonjolkan kelebihan siswa masing (semua siswa juara dibidangnya masing-masing).
  • Guru menilai siswa secara sembunyi-sembunyi. Setiap anak pada dasarnya pintar dan setiap guru harus mampu mengenali potensi setiap peserta didiknya.
  • Maksimal siswa berjumlah 20 setiap rombel.
  • Khusus siswa SMAIT, guru harus mendampingi siswanya dalam memilih jurusan yang akan diambil di tingkat kelas berikutnya.
  • Terdapat 30 menit waktu istirahat dan 15 menit untuk apersepsi.
  • Guru diharapkan memiliki pola seimbang antara belajar dan mengajarnya. Maksudnya setelah satu jam pembelajaran selesai, guru mampu menyimpulkan pelajaran dihari ini dan mempersiapkan pembelajaran esok hari.
  • Standar jumlah guru dan murid dengan perbandingan 1:15.
  • Harus lebih banyak observasi,kunjungan tema dan diharapkan 2 minggu sekali wajib ada observasi.
  • Kurikulum hanya sebagai pedoman dengan pelaksanaan yang fleksibel.
  • Guru sama praktisnya dengan seorang dokter, jaksa, pengacara, hakim dan lain-lain.
  • Output anak bukan pada nilai tertinggi tetapi bagaimana anak punya ketertarikan yang sangat kuat pada ilmudan bagaimana anak-anak bisa mencintai ilmu.
  • Dalam 1 kelas terdapat 2 orang guru.
  • Kemampuan berbahasa terutama bahasa Inggris dan bahasa Arab.
  • Terdapat instrumen wajib yang harus diterapkan di dalam kelas, diantaranya apresiasi-apresiasi pembelajaran, variasi-variasi pembelajaran dan inovasi-inovasi pembelajaran.
  1. Islamic Character (Karakter Islami)

Masa anak anak merupakan masa yang sangat menentukan kepribadian dasar pada diri seseorang. Perkembangan dari sang anak tersebut juga melibatkan berbagai macam faktor bukan hanya sekedar perkembangan fisik melainkan juga dengan perilaku, proses berpikir, emosional serta moral dan sikapnya karena itulah kelas internasional menerapkan sejak dini dalam berbagai aktivitas dan kegiatan pembelajaran menerapkan nilai-nilai yang berkarakter islami dalam kehidupan anak melalui pembiasaan dari semenjak masuk sampai pulang sekolah.

Adapun pembentukan karakter islami di Perguruan Diniyyah Al-Azhar Jambi dilaksanakan melalui beberapa kegiata diantaranya:

  • Every day with alqur’an and sunah
  • Pembiasaan shalat Dhuha, Zuhur dan Ashar
  • Pembiasan infak kurban setiap hari Jumat
  • Pembiasaan berdoa sebelum dan sesudah melakukan aktivitas
  • Mengisi aktivitas pada hari besar Islam
  • Gerakan siswa peduli
  • Menyiram tanaman
  • Saling menyapa
  • Bersalaman ketika bertemu guru dan orang lain
  • Menjaga kebersihan lingkungan
  • Penyembelihan hewan kurban
  • Praktek manasik haji
  1. Tahfizul Qur’an

Pembiasaan tahfizh qur’an sejak dini dengan target hafalan 6 juz (satu tahun siswa diwajibkan untuk hafal 1 juz).

Dalam mengajarkan hafalan Al-Qur’an guru menggunakan berbagai macam metode diantaranya:

  • Metode musyafahah(face to face). Pada prinsipnya hal ini bisa dilakukan melalui tiga cara: (1) guru membaca, murid mendengarkan dan sebaliknya (2) guru membaca dan murid mendengarkan (3) murid membaca dan guru mendengarkan.
  • Metode risitasi. Guru memberikan tugas kepada siswa unruk menghafal beberapa ayat sampai siswa tersebut benar-benar hafal dengan ayat tersebut.
  • Metode Takrir. Metode ini murid mengulang hafalan di depan guru.
  • Metode mudarrosah. Semua murid menghafal secara bergantian dan berurutan dan yang lainnya menyimak.
  • Metode tes. Metode ini digunakan untuk mengetahui ketepatan dan kelancaran hafalan murid dengan setor hafalan kepada guru atau yang ditunjuk pada tim penguji.

Language (Bahasa)

Kelas internasional dalam proses pembelajarannya menggunakan 3 bahasa pengantar yaitu Indonesia, Inggris dan Arab melalui lagu dan permainan serta membiasakan peserta didik berkomunikasi  dengan bagasa Inggris, Arab dan Indonesia dan melalui program  permainan komputer yang interaktif dan khusus untuk anak-anak.

Entrepreneur Class Room

Kelas internasional mengembangkan sebuah program untuk mendidik  anak sejak dini agar menjadi dan berjiwa entrepreneur yang siap menghadapi tantangan zaman dengan berbekal iman dan ahklak mulia.

Ready to be a Leader

Dengan program muhadharoh dan pramuka dimana siswa dilatih untuk menjadi pemimpin sejak dini.

Pengembangan Seni

Mengajarkan seni sejak dini memberikan manfaat bagi perkembangan kecerdasan anak. Memperkenalkan anak pada seni tidak hanya membuat mereka kreatif akan tetapi juga menjaga sisi psikologis mereka.dengan memperbanyak belajar seni, anak akan belajar bagaimana berpikir kreatif dan terbuka. Seni juga mengajarkan tentang kebebasan berekspresi dalam bentuk yang berbeda oleh karena itu kelas internasional memfasilitasi para siswa untuk berekspresi seperti seni musik, seni tari, seni drama dan lain-lain sebagainya yang mana setiap pembelajaran seni para siswa difasilitasi dengan berbagai macam alat dan ruangan yang memadai.