Harapan Besar Dititipkan pada Diniyyah Al-Azhar di Usia yang Ke-43

Rimbo Tengah, Muara Bungo (dm)-43 tahun yang lalu, Di Tanjung Gedang 5 Agustus 1977, sebuah rumah tua menjadi cikal bakal pendirian sebuah pondok pesantren besar. Lalu Rimbo Tengah kala itu, merupakan hutan belantara yang banyak dihuni binatang buas. Namun atas kegigihan dari sang Perempuan Tangguh Umi Dra. Hj. Rosmaini MS, M.Pd.I. tempat itu telah berubah menjadi salah satu pusat pendidikan terkemuka di Nusantara. Kehadirannya membangun peradaban umat dan bangsa, tempat itu bernama Diniyyah Al-Azhar Muara Bungo.

43 tahun bukan waktu yang singkat, tentunya menjaga spirit perjuangan nya pun tidak semudah membalikkan telapak tangan. Karena pada dasarnya situasi berubah, zaman berubah dan pikiran manusia pun juga berubah-ubah. Sehingga menjaga idealisme yang ditancapkan dari awal menjaga tekad yang sudah disematkan dari awal tidak semudah membalikkan telapak tangan karena pada hakikatnya ini merupakan jalan yang panjang.

Kini di 43 tahun usianya banyak harapan yang ditumpukan kepada Diniyyah Al-Azhar Muara Bungo-Jambi. Pondok pesantren yang dulunya hanya memiliki beberapa murid kini telah lebih dari ribuan murid dan santri dididik oleh Diniyyah Al-Azhar Muara Bungo-Jambi-Tebo.

Pemerintah Kabupaten Bungo melalui wakil Bupati Bungo, H. Safrudin Dwi Apriyanto, S.Pd. berharap atas nama pemerintah kabupaten Bungo dirinya mengucapkan selamat atas milad ke 43 Diniyyah Al-Azhar mudahan perguruan Diniyyah Al-Azhar tetap semakin maju semakin berkembang semakin eksis dan juga tetap menjaga sinergi serta Berkontribusi untuk memajukan dunia pendidikan di provinsi Jambi dan Bungo khususnya.

Pihaknya juga berharap mudah-mudahan kedepannya perguruan ini semakin terus melahirkan putra-putri yang memiliki kekuatan ilmu juga kekuatan adab sehingga mereka kedepan akan menjadi generasi harapan orang tua dan harapan masyarakat juga harapan bangsa, dengan tidak menafikan bahwa mereka punya jati diri sebagai putra putri Indonesia.

Direktur Pendidikan Diniyyah Al-Azhar Muara Bungo-Jambi, Ustadz H. M. Hafizh El Yusufi berharap di pertambahan usia Diniyyah Al-Azhar Muara Bungo yang ke 43 tahun ini, sebuah rumah milik simpatisan pondok pesantren pada waktu itu di lokasi Tanjung Gedang akan segera dibangun museum dan nantinya menjadi Museum Diniyyah. Sehingga akan menambah khazanah Kabupaten Bungo tentang sejarah pendidikan dan kita harapkan dapat menjadi kota pendidikan di Sumatera. Hal ini sudah disepakati oleh ahli waris dan tinggal menunggu prosesnya, Mudah-mudahan dapat segera terwujud di penghujung tahun 2020 atau di tahun 2021.

Selain itu harapan lainnya Diniyyah Al-Azhar Muara Bungo dapat kembali melebarkan sayap merambah ke sektor Kesehatan, dengan akan didirikannya Rumah Sakit dan Perguruan Tinggi.

Sementara itu sang pendiri YPPD Al-Azhar Muara Bungo-Jambi Umi Dra. Hj. Rosmaini MS, M.Pd.I. hanya berharap di pertambahan usianya yang memasuki 43 tahun ini Diniyyah Al-Azhar Muara Bungo-Jambi-Tebo dapat selalu berinovasi dan tetap menjaga tujuan pendiriannya untuk memudahkan anak-anak yang berkeinginan kuat untuk bersekolah namun tak mendapat dukungan dan memudahkan para siswa agar tidak terlalu jauh ke Sumatera Barat untuk menempuh pendidikan sesuai dengan cita-cita beliau ketika masih menempuh pendidikan di Diniyyah Puteri Padang Panjang puluhan tahun silam. Umi juga berharap Diniyyah Al-Azhar dibawah kepemimpinan Direktur Pendidikan Ustadz H.M Hafizh El Yusufi DIAZ Bungo-Jambi-Tebo tetap selalu Istiqomah menjalankan cita-cita Umi mendirikan sekolah ini.

Umi juga berdoa semoga Ustad Hafiz dengan timnya seluruh Majelis Guru dari Diniyyah Al-Azhar Bungo-Jambi-Tebo akan selalu diberi hidayah oleh Allah dan diberi kekuatan untuk terus menjaga kekompakan bersatu padu dalam mencari Ridho Allah.

Harapan serupa dilontarkan oleh para majelis guru dan karyawan di Diniyyah Al-Azhar Bungo-Jambi-Tebo. Diharapkan Diniyyah Al-Azhar dapat terus menjadi institusi pendidikan yang menginspirasi. Tak oleh para guru, sejumlah publik figur yang mengenal dekat dengan Diniyyah Al-Azhar Jambi pun memberikan harapan besar untuk kemajuan dan perkembangan di Diniyyah Al-Azhar ini. Sebut saja Chand Kelvin, Wali Band, dan lain sebagainya.

Tim Liputan/ DIAZ Media/ Mengabarkan///