Diniyyah Al-Azhar Pelopori Larangan Penjualan Mie Instan di Sekolah

 

Mie instan sudah menjadi makanan yang umum di Indonesia. Cara memasaknya yang mudah, harga terjangkau dan rasanya yang nikmat membuat makanan cepat saji ini digemari banyak orang apalagi di kalangan remaja atau pun pelajar.

Mie instan memang bisa meredam rasa lapar secara praktis tetapi makanan cepat saji ini tidak bisa menggantikan nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh. Ditambah lagi dengan bumbu buatan dan pengawet kimia yang semakin membahayakan kesehatan tubuh.

Penjualan mie instan di sekolah merupakan bisnis yang menguntungkan. Waktu istirahat yang tidak lama dan mie bisa dengan mudah disiapkan sebelum waktu istirahat sekolah menjadikan mie instan sebagai salah satu pilihan jajanannya. Mengonsumsi mie instan di sekolah memang membahayakan bagi siswa dikarenakan mereka tidak bisa lagi mengontrol diri dalam mengonsumsinya. Siswa bisa tiap hari bahkan dalam sehari mereka bisa mengonsumsi mie instan lebih dari satu kali dan dalam jumlah yang tidak wajar. Hal ini terjadi karena kurangnya kontrol diri dalam siswa yang notabene masih anak-anak.

Di Perguruan Diniyyah Al-Azhar sendiri, penjualan mie instan sudah diberlakukan pelarangan penjualannya. Aturan ini dilakukan sebagai salah satu langkah Perguruan Diniyyah Al-Azhar dalam mewujudkan sekolah sehat dan pelopor jajanan sehat di sekolah. Perguruan Diniyyah Al-Azhar lebih mengutamakan kesehatan siswa-siswinya dibandingkan dengan keuntungan yang didapatkan dari penjualan mie instan tersebut.

Di Perguruan Diniyyah Al-Azhar sendiri, terdapat beberapa tempat jajanan, diantaranya Cafe DIAZ, Cafe Jeddah, Student Cafe, Mini Market DIAZ dan Cafetaria. Di semua tempat jajanan ini sudah dilakukan pelarangan penjualan mie instan.

Dengan mempelopori pelarangan penjualan mie instan di sekola ini diharapkan dapat meningkatkan kesehatan seluruh siswa-siswi dalam mewujdkan Diniyyah Al-Azhar sebagai pelopor sekolah sehat dan jajanan sehat di sekolah.