Diniyyah Al-Azhar Kembali Berangkatkan Santri ke Mesir

Rahmat Sofyan, santri Diniyyah Al-Azhar yang lulus pada tahun ini mendapatkan beasiswa dari Diniyyah Al-Azhar dalam kerjasamanya dengan Yayasan Cakrawala Insani Azhari (YCIA) selaku lembaga yang dipercaya pihak Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir untuk hal ihwal kerjasama antar lembaga.

Rahmat sofyan merupakan satu dari 3 orang santri yang lulus mendapatkan kesempatan belajar ke Mesir. Namun karena 2 orang temannya berhalangan maka hanya Rahmat Sofyan yang jadi berangkat. Dua yang lainnya yaitu Putri Alfiana dan Futri Afriani, alumni lulusan tahun 2020.

Kerjasama Diniyyah Al-Azhar dengan Al-Azhar Mesir melalui perantara YCWI telah memasuki tahun kedua dalam penerapan kurikulum pembelajaran bahasa Arab, Tahfidz Al-Qur’an dan Pendidikan Agama Islam. Oleh karena Diniyyah Al-Azhar sudah menerapkan kurikulum Al-Azhar Mesir maka dipastikan seluruh santri mendapatkan ijazah yang sudah tersertifikasi oleh Al-Azhar Mesir. Benefitnya selain mendapatkan ilmu juga mendapatkan kesempatan melanjutkan studi di Mesir tanpa mengikuti seleksi.

“Ya, seluruh hasil ujian santri langsung di legel ke pihak urusan cabang Universitas Al-Azhar Mesir sebagai pengarsipan nilai sejak tahun pertama”, jelas H. M. Zulfadhli El Yusufi, M.Pd. selaku Wakil pimpinan Pondok Pesantren Diniyyah Al-Azhar.

Dalam penerapan Kurikulum Al-Azhar Mesir ini bertujuan agar santri mendapatkan kesetaraan mutu dan kualitas seperti madrasah-madrasah setingkat yang ada di Mesir di bawah naungan Universitas Al-Azhar.

Diniyyah Al-Azhar sendiri kurang lebih sudah mengupayakan sejak awal berdirinya agar dapat menjadi jembatan bagi seluruh santri untuk dapat menimba ilmu di kampus favorit baik dalam dan utamanya di luar negeri. Mulai dari tahun 1990, diawali dengan berangkatnya santri Diniyyah Putri Muara Bungo pertama yang bernama Hamiah, telah banyak menyusul santri Diniyyah Al-Azhar yang berkesempatan menimba ilmu di Al-Azhar Mesir.

Kedepan Diniyyah Al-Azhar terus berkomitmen agar lebih banyak lagi santri yang berangkat. Hal ini sejalan pula dengan pencapaian dari Visi Diniyyah Al-Azhar yaitu menuju world class institution 2025 yang menyeimbangkan pola pengajaran terpadu Al-Qur’an, Hadits dan Keilmuan modern.

Penerapan kurikulum Al-Azhar Mesir ini baru dilaksanakan di kelas 1-2 SD, 1-2 SMPIT/MTs dan 1-2 SMAIT/MA. Bisa dipastikan Rahmat Sofyan sendiri sebetulnya belum mendapatkan legalitas untuk penyetaraan ijazah dari Al-Azhar Mesir. Namun berkat lobi Yayasan, maka Alhamdulillah Diniyyah Al-Azhar mendapatkan 3 kuota untuk calon mahasiswa Al-Azhar Mesir pada tahun 2020 ini.

Kedepan santri yang sudah terdaftar mengikuti program kurikulum Al-Azhar Mesir ini akan bisa langsung melanjutkan pendidikannya ke tingkat yang lebih tinggi di bawah naungan Al-Azhar Mesir dengan tanpa Tes.

Ya, yang lulus dari SDIT Diniyyah Al-Azhar bisa melanjutkan SMP-nya ke Tingkat Mutawassithah (SMP) di Mesir, lulusan SMPIT atau MTs Diniyyah Al-Azhar bisa langsung melanjutkan ke tingkat Tsanawiy (SMA) di Al-Azhar Mesir begitupun dengan lulusan dari SMAIT dan MA Diniyyah Al-Azhar dapat langsung melanjutkan kuliah di Universitas Al-Azhar Mesir, ungkap Fadhli kembali.

Dengan harapan semakin banyak putra putri Jambi yang mendapatkan kesempatan untuk menimba ilmu di kampus pencetak para ulama dunia ini.

Semoga akan lebih lahir calon generasi pemimpin muslim masa depan dari Diniyyah Al-Azhar Bungo, Jambi dan Tebo.

MoU Yayasan Cakrawala Insani Azhari (YCIA) selaku lembaga yang dipercaya pihak Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir dengan Diniyyah Al-Azhar (2019)

/DIAZ MEDIA//