DIAZ Care Mensyukuri Nikmat Kehidupan dengan Mengunjungi Lapas Klas IIB

Muara Bulian (dm) – Pagi itu, Senin 17 Februari 2020, bertepatan dengan hiruk pikuknya kegiatan sunatan massal dan donor darah, dalam rangkaian DIAZ Expo 2020, tim DIAZ Care juga bersiap untuk berangkat keluar kota, tepatnya di Kota Muara Bulian, pusat pemerintahan bumi serentak bak regam, Kabupaten Batang Hari.

Tim DIAZ Care ini terdiri dari iring-iringan tiga unit kendaraan roda empat, yang beranggotakan kepala divisi pengajaran perguruan Diniyyah Al-Azhar Jambi, tim peliputan, sejumlah guru, dan tentunya para siswa yang akan belajar lebih mendalam tentang mensyukuri nikmat kehidupan yang diberikan oleh Allah SWT.

Menempuh perjalanan kurang lebih 60 menit, jalan darat. Akhirnya tim DIAZ Care pun tiba di depan gedung Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II b Muara Bulian. Tidak seperti yang dibayangkan sebelumnya, mungkin yang tergambar di benak para siswa yang tergabung dalam DIAZ Care, dan rombongan, gedung lapas merupakan gedung yang tidak layak huni, dan penuh dengan coretan dinding, seperti kebanyakan penjara yang digambarkan di visualisasi film dan sebagainya.

Tidak sesuai dengan ekspektasi tersebut, kondisi Lapas Klas II b Muara Bulian ini, justru sangat mengagumkan. disini tim DIAZ Care disambut hangat oleh kepala Lapas Klas II b Muara Bulian, Dwi Santosa. Meski sebelumnya sempat sedikit tegang, lantaran harus menjalani proses pemeriksaan ketat dari sipir lapas, akhirnya suasana pun berubah menjadi haru saat para siswa diaz bertemu dengan para warga binaan yang juga merupakan remaja seperti mereka.

Gedung Lapas Klas II b Muara Bulian ini merupakan gedung yang layak, bahkan mereka tidak menggunakan istilah sel atau penjara untuk tempat warga binaannya, melainkan dengan penyebutan yang lebih halus, yakni paviliun.

Lapas Klas IIb Muara Bulian ini terdiri dari 64 warga binaan, yang kesemuanya merupakan para warga binaan dengan rentang usia belasan dan dua puluh tahunan. Penampilan warga binaan disini pun seakan tidak mencerminkan jika mereka merupakan warga binaan yang pernah terlibat kasus kriminalitas. Mereka menampilkan kreativitas atraksi gerak pramuka yang sangat menarik.

Mengasah mental peserta didik tidak sekedar dengan memberikan pendidikan dari proses belajar mengajar di kelas belaka, namun juga dapat dilakukan dengan mengajarkan langsung arti kepedulian terhadap sesama yang membutuhkan. Kepedulian tersebut pun tidak sekedar peduli secara materil dalam artian memberikan bantuan secara simbolis semata, namun dapat pula mengajak siswa dan siswi untuk turut serta peduli.

Terhadap rekan sebaya yang sedang menghadapi ujian kehidupan dan terkungkung untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Sebagai salah satu rangkaian dari DIAZ Expo 2020, Perguruan Diniyyah Al-Azhar Jambi mengajak siswa dan siswinya untuk terus peduli pada sesama melalui program DIAZ Care, kepedulian tersebut diwujudkan dengan menyambangi Lapas Klas IIb Muara Bulian yang merupakan Lapas anak di Provinsi Jambi.