43 Tahun Menjaga Spirit Perjuangan

#Refleksi Milad ke 43 Diniyyah Al-Azhar

Berawal dari cita-cita keinginan untuk memajukan daerah kelahiran telah tertanam dalam diri seorang gadis berusia 13 tahun yang sedang menempuh Pendidikannya di Perguruan Diniyyah Putri Padang Panjang. Berbeda jauh dengan teman seusianya yang bercita-cita menjadi sesuatu semisal: Dokter, Hakim, Pengusaha, Dosen, Guru, Bidan, Perawat dsb.

Ibunda Dra. Hj. Rosmaini, MS. M.Pd.i. Wanita kelahiran Tanjung Agung 21 Mei 1951. Putri dari Bapak H. M. Sitin dan Ibu Hj. Siti hajar. Besar di lingkungan Pasar Muara bungo (dibelakang toko licin).

Tahun 1964 mengawali fase perubahan terbesar dalam hidup yaitu berangkat menuju Diniyyah Putri Padang panjang yang pada waktu itu dengan jarak tempuh 1 hingga 2 pekan. Sekolah yang didirikan oleh ibunda Rahmah El Yunusiyah. Sebuah tekad dan pilihan yang spektakular dimana pada masanya jangankan untuk perempuan, laki-laki bersekolah saja masih langka. Hingga pada akhirnya 12 tahun berlalu setelah menamatkan pendidikan Sarjana Muda pada tahun 1975 beliau kembali ke kampung halaman tercinta dan mengajar agama di SMA 1 Muara Bungo. Salah satu gebrakan beliau yaitu ditekankannya kewajiban siswa laki-laki untuk Shalat Jum’at di Masjid dan membuat ringkasan Khutbah yang tertandatangani Khatib.

Pada tahun 1977, beliau memulai merintis pendirian Perguruan Diniyyah Putri Muara bungo dengan berbekal surat mandat dari Pimpinan Diniyyah Putri Padang panjang saat itu ibu Hj. Isnaniah Saleh. Pada peresmiannya pun datang menghadiri 1 bus rombongan dari Diniyyah Putri Padang Panjang.
Bertempat di Tanjung gedang, rumah Alm. H. Ramli sebelum pindah ke lokasi di kawasan Rimbo tengah.

Memang sungguh sangat diluar kebiasaan pada zamannya, melihat perempuan bertani memang biasa. Namun beda cerita dengan kiprah seorang perempuan membabat hutan, menciptakan lahan demi cita-cita membangun institusi pendidikan islam dengan harapan masyarakat tidak perlu kesulitan harus menempuh perjalanan panjang untuk mendapatkan Pendidikan.

Apa gerangan yang membuat beliau begitu berani, bersemangat, pantang menyerah dan selalu tabah?
Ya, demi cita-cita. Agar semua anak berhak meraih cita-citanya.

Dalam perjalanannya, tentu tidak dapat dihitung berapa kali melewati terjalnya Masalah. Berapa banyak menghadapi rintangan dan berapa besar ujian dan cobaan. Sampai pada akhirnya 10 tahun dilalui dan dibukalah penerimaan untuk santri Putra. Maka namanya pun berubah menjadi Pondok Pesantren Diniyyah Al-Azhar Muara Bungo. Kemudian dilanjutkan pula dengan dibukanya cabang di Kota Jambi atas saran dari bapak H. Kadir Basalamah (ex. dirjen Bimas Islam) dan didukung oleh buya M. Natsir serta bapak H. Azhari (ex. Walikota Jambi) dengan tujuan untuk memudahkan mewarnai Jambi dengan pengaruh pendidikan Islam. 1987, resmi berdiri Perguruan Al-Azhar Jambi yang dicikali dengan berdirinya TK Islam Al-Azhar Jambi. Sekolah ini sangat mendapatkan antusias dari Masyarakat hingga saat ini telah memiliki peserta didik lebih dari 1.500 siswa dan merupakan institusi dengan unit Pendidikan terlengkap di Provinsi Jambi.

Pada tahun 2010, resmi dibuka Perguruan Al-Azhar Tebo yang dicikali dengan berdirinya TK Islam Al-Azhar Tebo hingga saat ini pun telah tersedia unit pendidikannya SDIT dan SMPIT. Sehingga pada tahun 2020 ini total keseluruhan peserta didik “Diniyyah Al-Azhar” (nama baru sejak 2017 pada milad ke 40) berjumlah lebih dari 3000 orang dan dengan total tenaga Pendidik hampir 500 orang.

Berbagai inovasi dan perkembangan telah dicapai namun belum berakhir sampai disini. Visi “Menuju World class institution yang menyeimbangkan pola pengajaran terpadu, Al-Qur’an, Hadits serta keilmuan modern” tentu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Ikhtiar terus diupayakan, keberhasilan terus dipertahankan dan kekurangan akan terus ditingkatkan. Adapun Pencapaian tertinggi DIAZ (Diniyyah Al-Azhar) sampai saat ini diantaranya:
1. Lengkapnya unit pendidikan formal dan telah berdiri di 3 kabupaten-kota di provinsi Jambi serta berlokasi di pusat kota masing-masing daerah. Harapan kedepan akan berdiri di 11 kabupaten-kota dalam provinsi Jambi.

2. Memiliki total peserta didik lebih dari 3000 orang dan tenaga pendidik hampir 500 orang.

3. Pada tahun 2019, Diniyyah Al-Azhar (Bungo-Jambi-Tebo) telah tersertifikasi menjadi cabang resmi Al-Azhar Kairo – Mesir dalam penerapan Kurikulum pembelajaran Agama, Bahasa Arab dan Tahfidzul Qur’an.

4. Pada Tahun 2020 Diniyyah Al-Azhar resmi bekerjasama dengan Cambridge University press dalam penerapan kurikulum pembelajaran bahasa inggris yang bertujuan untuk memudahkan akses santri untuk melanjutkan pendidikan ke Eropa.

5. Pada Tahun 2020 Diniyyah Al-Azhar Jambi bekerjasama dengan Yamaha Musik School dalam rangka penerapan mata pelajaran Musik yang merupakan bagian dari pembelajaran intra kurikulum.

6. Beberapa kali mendapatkan predikat sekolah sehat, sekolah adiwiyata, predikat kantin bintang 1 dan menjadi percontohan green school tingkat provinsi, smart school, serta pengelolaan keuangan sekolah berbasis syari’ah.

7. Akreditasi:
A. Jambi
-TK: A
-SDIT: A
-SMPIT: A
-SMAIT: A
B. Bungo
-TK: B
-SDIT: A
-SMPIT: B
-MTS: A
-MA: A
C. Tebo
-TK: B
-SDIT: B
Dengan harapan tahun 2022 semua unit terakreditasi A.

8. Diniyyah Al-Azhar berhasil menciptakan Pendidikan yang berkwalitas dengan fasilitas terlengkap namun dengan biaya yang relatif sangat terjangkau. Selain itu Diniyyah Al-Azhar juga merupakan sekolah islam terpadu pertama di Provinsi Jambi serta menjadi inisiator berkembangnya/berjamurnya sekolah dengan model yang sama di Provinsi Jambi.

9. Selain raihan piala secara keseluruhan (Bungo-Jambi-Tebo) yang tidak kurang dari 600 piala setiap tahunnya, peraihan 2 rekor Museum Rekor Indonesia sudah diperoleh Diniyyah Al-Azhar yang diantaranya:
-Tahun 2017
“Penulisan hadits pertama dan dengan peserta terbanyak”
-Tahun 2020
“Tausiyah Ramadhan secara virtual oleh guru Terbanyak”

10. DIAZ Aktif dalam perhimpunan dan konferensi lembaga Amal sedunia.

Semua ini Alhamdulillah dapat tercapai berkat sinerjitas yang cukup baik antar lembaga, kekompakan keluarga besar DIAZ serta keistiqomahan dan mewujudkan visi bersama. dan tentunya sesuai dengan prinsip DIAZ, pola pengembangan berbasis kemitraan.

Semoga Apa yang menjadi kemajuan Diniyyah Al-Azhar Harapannya akan terus dirasa manfaatnya bagi bangsa dan Agama sebagai wujud tanggung jawab dan kepedulian terhadap masa depan generasi Muslim dimasa yang akan datang.

Kini, 43 tahun sudah berlalu. Sejarah tak dapat dilupa, goresan tinta menjadi saksi perjuangan dalam meraih cita-cita. Asa ditangan dalam genggaman. Mari bersama kita satukan hati untuk menjaga spirit perjuangan ini yang tak boleh pudar apalagi sirna. Spirit ini Akan kita jaga selamanya sampai akhir hayat dan menutup mata.
Jayalah DIAZku. ✊✊✊
Wallahul musta’an 🤲