Berdirinya YPPD Muara Bungo Jambi, merupakan cita-cita pendirinya, Ibu Hj. Rosmaini MS. Sejak beliau masih duduk di Perguruan Diniyyah Putri, Padang Panjang, Sumatera Barat pada tahun 1972. Cita-cita itu didorong oleh keinginan untuk ikut memajukan daerah kelahiran beliau yang jika dibandingkan dengan daerah-daerah lain pada waktu itu masih jauh ketertinggalan di segala bidang.

Pada tahun 1973, beliau yang masih berstatus mahasiswi dalam kedudukannya sebagai Ketua Senat diikutkan oleh Pengurus Perguruan Diniyyah Putri Padang Panjang dalam suatu tim yang terdiri dari : Ibu Hj. Ratina Yusuf, guru tertua, Rosmaini MS dan Zarni Z. Dipercaya untuk menjalankan kupon sumbangan dan menjalani rute dari Padang Panjang – Muara Bungo – Jambi dan Sekitarnya – Palembang – Tanjung karang dan Jakarta. Dari perjalanan inilah beliau mendapatkan pengalaman berharga mengenai kemajuan yang telah dicapai oleh daerah lain dibandingkan dengan keadaan di Jambi. Semua itu menambah kuatnya cita-cita beliau untuk memajukan daerah melalui pendidikan.

sejarah yppd 1

Pada Tahun 1975 setelah menamatkan pendidikan pada tingkat sarjana muda di Fakultas Dirasat Islamiyah Diniyyah Putri Padang Panjang, dan pada tahun itu pula beliau pulang ke kampung halaman di Muara bungo dan mulai menjajaki usaha Pendirian Diniyyah Putri dan Cikal daripada Perguruan Al-Azhar Jambi yang dicita-citakan.

Pada Tahun 1977, resmi berdirilah Perguruan Diniyyah Putri Muara bungo dan merupakan cikal beridirinya Perguruan Al-Azhar Jambi pada Tahun 1987. Awal dari cikal bakal Yayasan yang telah didirikan tersebut menempati sebuah rumah yang dipinjamkan oleh seorang dermawan Alm. H. Ramli beserta keluarga besar H. Saman yang berlikaso di Tanjung Gedang Muara bungo.

Pada saat menghadapi tantangan dan Rintangan dari segala penjuru, dengan rahmat dan Barokah dari Allah swt, Pemerintah daerah memberikan lokasi permanen untuk Pesantren sebagai salah satu usaha jasa pendidikan yang diselenggarakan oleh yayasan seluas 11,5 ha di rimbo Tengah, Bungo. Lokasi tersebut merupakan masih hutan lebat yang belum pernah digarap sebelumnya. Hambatan dan rintangan yang dihadapi yayasan sungguh berat, terlebih bagi pimpinan yayasan yang notabene seorang wanita dengan segala kelemahan dan keterbatasannya. Tetapi dengan ridho Allah swt serta dorongan dan dukungan dari simpatisan, hutan yang penuh semak belukar, kayu besar dan hewan liar itu hanya dalam tempo 2 tahun telah dapat ditaklukkan oleh cita-cita dan tekad yang kuat untuk menegakkan kebenaran dan meninggikan kalimat Allah.

sejarah yppd 2

Pada awal tahun 1983 lokasi baru tersebut di tempati dan mulai didirikan bangunan yaitu lokal belajar, asrama santri dan rumah guru yang semuanya didanai dari bantuan instansi pemerintah, bantuan serta infak dan shodaqah dari masyarakat dan bantuan lain dari para simpatisan. Pada saat yang bersamaan dibangun Masjid dengan dana yang diperoleh dari Ibu Hj. Fatimah Basyar dermawan dari Arab Saudi melalui Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII).

Terbukti bahwa keikhlasan dan panggilan jiwa telah membuat sesuatu yang jauh dari kemungkinan dan berada di luar perhitungan akal manusia dapat menjadi kenyataan. Ini adalah perhitungan matematika Allah SWT. Untung mengembangkan pendidikan di Jambi, atas saran Bapak H. Kadir Basalamah yang pada saat itu menjabat Dirjen. Bimas Islam serta dukungan Buya Moh. Natsir mantan Perdana Menteri RI dan Walikota Jambi Bapak Drs. H. Ashari, maka pada tahun 1987 dibukalah Perguruan Al-Azhar Jambi di Kota ProVinsi. Dan seperti yang kita lihat pada saat sekarang ini, Perguruan Al-Azhar Jambi dapat terus eksis memajukan pendidikan di provinsi Jambi dan semoga Allah memberikan rahmat dan ridho-Nya kepada kita.