Category Archives: Kolom Guru SDIT Diniyyah Al-Azhar Jambi

Peran Guru dalam Memotivasi Belajar Siswa

By | Kolom Guru SDIT Diniyyah Al-Azhar Jambi | One Comment

Guru adalah seorang pendidik  yang berprofesional dengan tugas utamanya  mendidik,  mengajar,  membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi siswa. Maka peran guru disini sangatlah berpengaruh terhadap motivasi belajar siswa, faktor utamanya adalah kunci keberhasilan dalam proses belajar siswa.

Dalam hal ini, motivasi belajar siswa amatlah sangat penting bagi pencapaian prestasi belajar siswa serta menjadi kewajiban guru untuk meningkatkan motivasi belajar siswa.

Peran Guru dalam Motivasi Belajar Siswa

Peran guru dalam memotivasi belajar siswa,diantaranya :

  1. Menjadikan siswa yang aktif dalam kegiatan belajar mengajar.

Guru Memberikan arahan kepada siswa dengan memberikan ilmu pengetahuan dan memberikan pertanyaan-pertanyaan dan siswapun mengerjakan  tugas dengan baik dengan tujuan untuk menumbuhkan motivasi siswa dalam proses belajar sehingga siswa dapat menyelesaikannya dengan tuntas.

Contohnya : setelah guru memberikan ilmu kepada siswa lalu guru memberikan pertanyaan dan siswa menjawab pertanyaan dengan tuntas.

  1. Menciptakan suasana kelas yang kondusif.

Kelas yang kondusif disini  kelas yang aman, nyaman dan selalu mendukung siswa untuk bisa  belajar dengan suasana yang tenang dan mendukung proses pembelajaran dengan tata ruang yang sesuai dengan standar yang diharapkan.

  1. Menciptakan Metode pembelajaran yang bervariasi.

Metode pembelajaran yang bervariasi ini agar siswa tidak bosan dan jenuh dalam suatu pembelajaran maka diciptakanlah pembelajaran yang bervariasi. Tujuannya  agar siswa selalu termotivasi dalam kegiatan proses pembelajaran. Contohnya : Dalam proses belajar siswa tidak hanya mengerjakan latihan yang diberikan oleh guru, akan tetapi proses belajar siswa didapat melalui diskusi, audio visual, studi kasus (praktek)dan sebagainya dengan tujuan agar siswa tidak bosan dan tidak jenuh dalam proses belajar.

  1. Meningkatkan antusias dan semangat guru dalam mengajar.

Kepedulian seorang guru dalam proses belajar mengajar merupakan faktor yang sangat penting untuk menumbuhkan motivasi belajar  siswa. Apabila guru tidak antusias dan tidak semangat dalam proses belajar mengajar maka siswa akan tidak termotivasi dalam proses pembelajaran. Untuk itu guru selalu tampil baik, percaya diri dan selalu antusias di depan kelas. Contohnya : Seorang guru menjelaskan kepada siswa dengan penuh semangat dan antusias kepada siswanya maka siswa pun akan merespon dengan baik dalam pembelajaran dan akan termotivasi dalam proses pembalajaran sehingga daya serap siswa menjadi efektif.

  1. Memberikan reward atau penghargaan.

Pemberian penghargaan ini bisa berupa nilai, hadiah, pujian dan sebagainya agar siswa termotivasi akan belajar dan selalu ingin menjadi yang terbaik. strategi  ini dapat melahirkan motivasi terhadap siswa agar selalu berpacu terus. Contohnya : Apabila seorang guru memberikan pertanyaan kepada siswa atau pun tugas kepada siswa, lalu siswa tersebut menyelesaikan dengan baik ataupun kurang tepat maka seorang guru akan memberikan reward berupa acungan jempol atau pujian sehingga siswa termotivasi untuk lebih baik lagi.

  1. Menciptakan aktifitas yang melibatkan seluruh siswa dalam kelas.

Ciptakan aktifitas yang melibatkan siswa dengan teman-teman mereka dalam satu kelas. Tujuannya agar satu sama lain akan membagikan pengetahuan, gagasan atau ide dalam penyelesaian tugas individu siswa dengan seluruh siswa di kelas. Contohnya : Siswa diberikan tugas oleh guru dalam bentuk latihan lalu siswa tersebut mengungkapkan atau diskusi apa yang mereka kerjakan dan diberi tanggapan oleh teman sejawat atau kelompok lainnya dan diawasi oleh guru.

Dari uraian di atas jelas bagi kita bahwa peran guru dalam motivasi belajar siswa ini sangatlah penting, apabila guru tidak ikut serta dalam motivasi belajar siswa maka siswa kurang kreatif dan tidak terpancing untuk bersikap aktif. Maka dari itu peran guru sangatlah berpengaruh terhadap motivasi belajar siswa dan tujuan utamanya untuk mencapai prestasi dan meningkatkan mutu belajar dalam proses pembelajaran.

 Ellysa Yulmalasari, S.E.

Wakil Kurikulum SD IT Al-Azhar Jambi

Upaya Meningkatkan Prestasi Siswa Melalui Kegiatan Ekstrakurikuler

By | Kolom Guru SDIT Diniyyah Al-Azhar Jambi | No Comments

Dalam meningkatan prestasi siswa di sekolah Dasar Islam Terpadu Al-Azhar Jambi terlebih dahulu penulis memaparkan bahwa dalam proses pendidikan di sekolah dikenal dengan dua kegiatan yaitu kurikuler dan ekstrakurikuler, dalam kegiatan kurikuler lebih menekankan pada pendidikan akademik yang di dalamnya terjadi proses belajar mengajar, sedangkan kegiatan ekstrakurikuler merupakan kegiatan non akademik yang dilakukan dalam rangka mengembangkan aspek tertentu dari apa yang dilihat dari pengembangan kurikulum tersebut.

Keberadaan ektrakurikuler bisa dikategorikan sebagai ciri khas dari sekolah tersebut, keberadaan kegiatan ekstrakurikuler sangatlah penting karena sekolah bisa memberikan kesempatan bagi peserta didik untuk mengembangkan potensi, minat,bakat dan hobi yang mereka miliki, selain itu kegiatan ini juga banyak memberikan manfaat dalam pembentukan kepribadian dan karakter siswa dalam kehidupan sehari-hari dan juga keberadaan kegiatan ekstrakurikuler dapat menciptakan kecerdasan yang tinggi selain bidang akademik di sekolah.

Perlu penulis jelaskan bahwa kecerdasan manusia tidak hanya dilihat dari kecerdasan Intelektual (IQ) saja, tapi juga bisa dilihat dari kecerdasan emosional (EQ) kecerdasan kreativitas (CQ) dan kecerdasan Religius (RQ). Keberadaan kecerdasan ini sangat mungkin tidak terakomodir dengan baik dalam proses pembelajaran, untuk itu penulis mencoba mengali prestasi siswa melalui kecerdasan yang ada dalam kegiatan ekstrakurikuler yang rutin dilaksanakan siswa setiap minggunya.

Melalui kegiatan ektrakurikuler diharapkan dapat memupuk jiwa sportifitas dalam  perlombaan baik yang dilaksanakan secara internal maupun lomba secara eksternal.

Keberadaan ektrakurikuler di sekolah disamping sebagi wadah penyaluran bakat siswa dan prestasi juga diharapkan dapat membantu dalam pembentukan kepribadian siswa dalam hal kedisiplinan misalkan siswa dapat hadir tepat waktu sesuai dengan jadwal kegiatan yang telah ditentukan, memiliki sikap tanggung jawab dan memilki sifat bersosialisasi dengan baik dimana siswa dapat menambah banyak teman dan mengenal siswa dari sekolah lainnya.

Taekwondo Perguruan AL-Azhar Jambi (2)

Salah satu tujuan mendorong anak dalam kegiatan ekstrakurikuler agar kita mampu membantunya untuk mencari jati diri. dari aktivitas ini dapat diketahui siapa dia dan apa yang diinginkanya dan ia lakukan, dalam hal ini siswa akan menemukan hal apa yang ia sukai dan bidang yang ia kuasai. kegiatan ekstrakurikuler memberikan tiga hal yang bermanfaat bagi siswa yaitu :

1.Aktivitas tambahan

2.Wadah menyalurkan aspirasi

3.Wadah menunjukan prestasi

Adapun strategi yang penulis coba tekankan dalam pembentukan tiga komponen tersebut yaitu dengan cara :

1.Mencoba dua kegiatan pilihan siswa

Misalkan penulis mengamati aktivitas apa yang siswa sukai dengan cara mengikutkan siswa tersebut dalam 2 kegiatan, contoh drum band dan cipta puisi atau basket dan matematik

Penulis berharap dua kegiatan ini dapat membantu siswa mengembangkan minat dan bakatnya dan hal ini dirasa efektif sehingga siswa tidak terlalu frustasi jika terlalu banyak memilih kegiatan ekstrakurikuler yang sebenarnya tidak disukai siswa.

2.Memberikan banyak waktu

Anak yang mampu membagi waktu dengan baik dapat dapat dikategorikan siswa yang mampu memilah kegiatan mana yang dianggap baik dan membantu dalam penyaluran minat dan bakatnya, tipe anak yang seperti ini pada dasarnya adalah anak-anak yanga hebat yang dapat melakukan sesuatu seperti yang diharapkan pada mereka, seperti mengikuti kegiatan ektsrakurikuler dan mengerjakan tugas lainya dirumah, sehingga pada  akhirnya siswa tersebut dapat menemukan bakat mereka, pada saat ini siswa memang lebih banyak disuguhi oleh banyak pilihan dan kesempatn tinggal peran dari pendidik dan orang tua dalam memberikan ruang pada siswa tersebut.

3.Berani mencoba lagi dan lagi

Dalam hal ini penulis mengambarkan ada beberapa hal yang seharusnya kita ketahui tentang kemampuan olah kecerdasan siswa, seperti saat siswa tidak tau apa yang mereka tidak tau, sadar apa yang ia lakukan cukup sulit dan melakukan usaha untuk mempelajari kegagalan

Itulah sebabnya banyak anak merasa jenuh ketika dalam suatu perlombaan mengalami kekalahan/ kegagalan dan siswa tersebut merasa bahwa ia tidak mampu dalam bidang tersebut dan hal ini sebenarnya wajar, oleh sebab itu pemahaman diatas diharapkan dapat menjadi pelajaran dalam arti kegagalan adalah sukses yang tertunda sehingga kita akan mampu berani mencoba dan belajar dari segala kegagalan siswa.

4.Mampu membaca situasi

Kadang kita berfikir ketika kita memfokuskan siswa pada suatu kegiatan kita berharap agar siswa tersebut dapat menjadi yang terbaik secara instan, hal ini sebenarnya sangat berpangaruh pada perkembangan mental siswa, adakalanya kita harus berhenti mendorong siswa untuk melakukan kegiatan yang nampaknya tidak terlalu disukainya mari kita mencoba mencari celah bagaimana membaca situasi dengan cara mendengar dan mengamati apa yang siswa sukai seperti bertanya langsung pada siswa yang bersangkutan tentang kegemarannya serta tetang liburannya dsb.Hal sekecil ini sebenarnya mengarahkan siswa pada apa yang sebenarnya ia sukai  baik bidang akademik dan non akademik.

Oleh sebab itu dalam penulisan karya ilmiah ini diharapkan prestasi siswa dalam bidang ekstrakurikuler dapat benar-benar menjadi wadah dalam pengembangan bakat dan minat siswa sehingga dalam meraih prestasi tidak mengesampingkan hal hal yang telah penulis paparkan.

Mudah-mudahan tulisan ini dapat bermanfaat bagi siswa dan guru pembimbing sebagai icon perubahan dan dan penyaluran bakat siswa untuk terus mengali prestasi kedepan.

Doni Saputra, S.Pd.